Rapat Laporan Akhir Masterplan Desa Wisata Sobangan: Langkah Strategis Menuju Destinasi Wisata Lokal dan Mancanegara

30 April 2026
Administrator
Dibaca 59 Kali
Rapat Laporan Akhir Masterplan Desa Wisata Sobangan: Langkah Strategis Menuju Destinasi Wisata Lokal dan Mancanegara

Sobangan — Pemerintah Desa Sobangan kembali menunjukkan komitmen kuat dalam mewujudkan pembangunan desa berbasis potensi lokal melalui pelaksanaan Rapat Laporan Akhir Masterplan Desa Wisata Sobangan yang berlangsung pada pukul 09.30 WITA di Aula Kantor Perbekel Desa Sobangan. Kegiatan penting ini menjadi tonggak strategis dalam penyusunan arah pengembangan Desa Sobangan sebagai kawasan Desa Tujuan Wisata (DTW) yang mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Rapat dibuka secara resmi oleh Perbekel Desa Sobangan bersama Sekretaris Desa (Sekdes) Sobangan. Dalam suasana penuh semangat dan optimisme, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur penting yang memiliki peran strategis dalam pembangunan pariwisata desa, di antaranya Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Bapenda Kabupaten Badung, Pokdarwis Sobangan, Bendesa Adat Sobangan, Prajuru Desa Adat Dukuh Moncos, BPD Sobangan, serta narasumber profesional dari CV. Arshaka Mangala Daksa Denpasar selaku pihak penyusun masterplan desa wisata.

Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan besarnya perhatian dan dukungan terhadap pengembangan Desa Sobangan sebagai kawasan wisata berbasis potensi alam, budaya, dan kearifan lokal. Dalam rapat ini, dipaparkan secara komprehensif hasil akhir masterplan yang memuat konsep pengembangan pariwisata Sobangan secara terarah, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan kebutuhan masyarakat desa.

Perbekel Desa Sobangan dalam sambutannya menyampaikan rasa antusias dan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya laporan akhir masterplan ini. Beliau menegaskan bahwa Desa Sobangan memiliki potensi luar biasa yang patut dikembangkan secara maksimal, mulai dari wisata alam berupa jalur tracking pedesaan yang menyuguhkan keasrian alam, keberadaan pancoran atau sumber mata air alami, hamparan persawahan hijau yang menjadi daya tarik ekowisata, hingga wisata peternakan sapi Kabupaten Badung yang berlokasi di wilayah Sobangan.

Menurut Perbekel, seluruh potensi tersebut apabila dikembangkan secara serius dan didukung penuh oleh pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, akan mampu menjadikan Sobangan sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya dikenal masyarakat lokal Bali, tetapi juga wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Desa Sobangan memiliki kekayaan alam dan potensi wisata yang sangat besar. Kami berharap hasil masterplan ini tidak hanya menjadi dokumen semata, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan mendapat dukungan nyata dari Dinas Pariwisata Kabupaten Badung untuk bersama-sama mewujudkan Desa Sobangan sebagai desa wisata yang maju, berdaya saing, dan dikenal luas,” ujar Perbekel dengan penuh semangat.

Lebih lanjut, Perbekel juga menekankan pentingnya sinerginitas antara pemerintah desa dengan pemerintah kabupaten dalam setiap tahapan pembangunan pariwisata. Menurutnya, pembangunan desa wisata tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya kolaborasi, pembinaan, serta dukungan kebijakan dari pemerintah daerah. Oleh karena itu, rapat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor demi mewujudkan impian besar masyarakat Desa Sobangan.

Narasumber dari CV. Arshaka Mangala Daksa Denpasar turut memaparkan berbagai strategi pengembangan yang meliputi penataan kawasan wisata, pembangunan infrastruktur pendukung, branding desa wisata, penguatan SDM lokal, serta pengembangan paket wisata berbasis alam, budaya, dan edukasi. Konsep tersebut dirancang agar Desa Sobangan mampu mempertahankan identitas lokalnya sekaligus memenuhi standar destinasi wisata modern.

Dinas Pariwisata Kabupaten Badung dan Bapenda Kabupaten Badung dalam kesempatan tersebut juga memberikan masukan positif terkait peluang pengembangan pariwisata berbasis potensi desa yang dapat memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk peningkatan UMKM, lapangan kerja, serta pendapatan asli desa.

Dengan terlaksananya rapat laporan akhir masterplan ini, Pemerintah Desa Sobangan berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersatu, bergerak, dan berpartisipasi aktif dalam mendukung realisasi Desa Wisata Sobangan. Sinergi antara pemerintah desa, desa adat, kelompok sadar wisata, masyarakat, serta pemerintah kabupaten diharapkan menjadi fondasi utama dalam menciptakan Sobangan sebagai destinasi wisata yang berkarakter, berbudaya, dan berkelas.

Melalui langkah besar ini, Desa Sobangan tidak hanya menata masa depan pariwisata, tetapi juga meneguhkan diri sebagai desa yang siap berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.